Indeks Berita

Kata Sambutan Ketua STT Abdi Sabda
Pada Acara Wisuda ke-XXII STT Abdi Sabda Medan
Sabtu, 24 Nopember 2007

Pertama-tama kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, dimana pada hari yang berbahagian ini kita dapat berkumpul dalam rangka pelaksanaan Wisuda ke-XXII STT Abdi Sabda. Kita bersyukur karena hari Wisuda adalah hari yang sangat didamba-dambakan oleh setiap orang Mahasiswa, orangtuanya, keluarganya dan termasuk civitas akademika STT Abdi Sabda. Melalui acara Wisuda kita sekalian diingatkan Tuhan, betapa Tuhan masih tetap setia memelihara dan memberkati kita sekalian khususnya STT Abdi Sabda dan segenap gereja pendiri dan pendukungnya. Tuhan juga masih berkenan memanggil dan mempersiapkan para calon hamba-Nya melalui institusi ini. Perkenanan Tuhan yang masih mau memakai kita, manusia, sebagai hamba-Nya dan teman sekerja-Nya, itu adalah bukti kemurahan hati-Nya. Dia masih mau memakai dan menghargai kita sebagai alat-Nya.

Setiap karunia dan kemurahan hati Tuhan yang diberikan untuk kita sudah seharusnya kita sambut dengan mewujud-nyatakannya dalam kehidupan, perilaku, pekerjaan dan pelayanan kita. Seperti kata tema acara Wisuda hari ini: “Kuasailah Dirimu Dalam Segala Hal” (2 Tim. 4:5). Kami dari segenap Dosen, Rektorat, Staf dan Pegawai STT Abdi Sabda ini telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan segenap hati mendidik dan mengajarkan apa yang kami imani dan apa yang kami miliki. Selanjutnya adalah giliran Saudara/i para Wisudawan/ti untuk melanjutkannya dan mengembangkannya dalam tindak-lanjut pelayananmu. Jika dahulu ada “sindiran” segelintir orang yang mengatakan bahwa tamatan Abdi Sabda kurang berbobot dan kurang bermutu dalam pelayanan di Jemaat, kini sindiran itu telah digantikan dengan pujian di kalangan Jemaat kita. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya calon Mahasiswa yang mendaftar ke STT Abdi Sabda ini pada tahun-tahun terakhir ini. Hanya saja untuk mendapatkan hasil tamatan yang berkualitas, kami para Dosen sepakat untuk hanya menerirna calon Mahasiswa yang memperoleh nilai ujian masuk yang tertinggi. Jadi Mahasiswa/i yang diterima di sini bukan berdasarkan “target jumlah” Mahasiswanya, tetapi berdasarkan “target jumlah nilai rata-ratanya”.

Terhadap keinginan beberapa Gereja atau beberapa oknum yang ingin mendirikan perguruan teologi di Sumatera Utara ini kami sambut dengan baik. Kehadiran perguruan teologi yang baru itu akan mendorong kemajuan dan peningkatan kualitas perguruan teologi yang sudah ada untuk semakin berada di depan bahkan terdepan. Hal ini kami sampaikan karena ternyata akhir-akhir ini semakin banyak keinginan Mahasiswa dan perguruan teologi yang lain yang transfer ke perguruan ini.
Kiranya dinamika yang terjadi di tengah-tengah Jemaat, Gereja, masyarakat dan bangsa kita dapat memacu para Wisudawan/ti untuk terus bersikap pro-aktif dalam mencermati dan menafsirkan keadaan dan kenyataan yang ada, demi penemuan dan pengembangan alternatif-alternatif pelayanan dalam Gereja dan masyarakat. Dengan kesiapanmu untuk tetap menguasai dirimu dalam segala hal. maka visi dan misimu selaku “Imago Dei” dan “Missio Dei” dapat memperbaharui keadaan dan kenyataan yang ada. Tidak hanya bangsa dan negara kita yang berharap banyak dan dirimu, tetapi Allah dan jemaat-Nya juga sedang menunggu kehadiranmu untuk menolong dan memperbaharui hidup mereka melalui firman yang kau bawa ke tengah-tengah mereka. Buktikanlah bahwa Saudara adalah “Abdi Sabda”, abdinya Allah Pemilik Sabda itu. Abdi yang sanggup bekerja keras, yang sanggup menderita dan mau berkorban, sanggup menahan diri untuk tidak menjadi hamba uang. Abdi yang suka melayani dan tidak suka dilayani. Abdi yang suka mencintai yang baik dan menjauhi apa yang jahat. Abdi yang tidak suka memerintah, tetapi suka melakukan perintah Tuhan. Itulah abdi yang tidak mau berkompromi dengan dunia ini dan penguasanya. Abdi yang suka menyuarakan kebenaran dan membela keadilan. Abdi yang selalu di pihak mereka yang lemah, yang miskin dan yang ditindas, bukan pada pihak yang kuat, kaya dan penindas. Itulah tugas pelayanan dan keteladanan yang telah diberikan Yesus Knistus kepadamu. Itulah juga yang telah kami sampaikan dan ajarkan kepada kalian. Karenanya awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau (1 Tim. 4:16).
Kepada segenap orangtua dan keluarga para wisudawan/ti kami ucapkan selamat atas berkenannya Tuhan mendengarkan doa Bapa/lbu, Saudara/i sekalian, sehingga hari ini isi doa itu dinyatakan. Kiranya peristiwa yang penting ini dapat mengembalikan kelelahan Bapak/Ibu dan Saudara/i sekalian atas jerih-payah, keluh, derita, mungkin ratapan dan tangisan yang pernah terjadi selama ini. Mari terus dukung mereka (wisudawan/ti) dalam doa dan pelayanannya agar mereka tetap dalam pengajaran dan firman yang telah mereka terima selama ini. Di samping itu, janganlah lupa mengucap syukur kepada Tuhan kita Yesus Kristus.
Kepada segenap undangan kami, para Pembina, Pengurus Yayasan Abdi Sabda, para pejabat pemerintah dan para pimpinan perguruan tinggi teologi yang hadir hari ini, kami ucapkan terimakasih atas kehadirannya dan kerjasama yang telah kita bina selama ini.

Pun kepada Pendeta, Majelis dan Jemaat GBKP Sei Batang Serangan yang telah bersedia menyediakan tempat berlangsungnya Wisuda ini kami ucapkan banyak terimakasih.
Kepada seluruh para Panitia pelaksana Wisuda ke-XXII ini, para Dosen, Staf dan Pegawai STT Abdi Sabda, saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin baik di antara kita. Kita tahu bahwa jerih-payahmu di dalam Tuhan tidak akan sia-sia. Tuhan memberkati kita sekalian. Sekian dan terimakasih.

Medan, 24 Nopember 2007.-
Ketua STT Abdi Sabda Medan,

Pdt. Dr. Jontor Situmorang, MTh