
Didorong oleh panggilan untuk memberitakan Injil Kristus dan kebutuhanakan
tenaga pelayan, Gereja Gereformeerd Indonesia mengajak gereja-gereja di Sumatera
Utara untuk menyelenggarakan sekolah formal untuk mendidik calon-calon Guru
Injil dan Guru Agama Kristen, baik untuk bekerja di gereja maupun di
sekolah-sekolah.
Ajakan Gereja Gereformeerd Indonesia (kemudian GKI- SUMUT) untuk maksud di atas
disambut baik oleh beberapa gereja di Sumatera Utara antara lain GBKP, GKPS, dan
BNKP. Keempat gereja tersebut sepakat untuk mendirikan Yayasan Pendidikan
Petugas Gereja dengan tujuan untuk menyelenggarakan sekolah untuk mendidik
petugas dan calon petugas gereja. Pada hari Jumat, 16 Agustus 1967 dilakukanlah
penandatanganan akta pendirian Yayasan Abdi Sabda di depan notaris.
Seiring dengan perkembangan zaman, sekolah ini ditingkatkan menjadi Institut
Theologia Abdi Sabda (ITAS) pada tahun 1983. Bukan hanya nama sekolah ini yang
mengalami perubahan dan sekolah Guru Injil menjadi ITAS, pendukung sekolah ini
juga bertambah yaitu HKI dan GKPA. Kedua gereja ini bergabung sejak tahun 1987.
Pada tahun 1996 Institut Theologia Abdi Sabda Medan berubah nama menjadi Sekolah
Tinggi Theologia (STT) Abdi Sabda Medan.
Juga pada tahun 2006 Yayasan Abdi Sabda menerima Gereja Kristen Protestan
Indonesia (GKPI) menjadi anggota pendukung. Dengan demikian bertambahlah gereja
pendiri dan pendukung dan enam gereja menjadi tujuh gereja yaitu: GBKP, GKPS,
GKI SUMUT, BNKP, HKI, GKPA, dan GKPI.
[jpu]